
Halo Teman Arriyadhul Jannah!
Setiap 23 Juli di Indonesia selalu diperingati sebagai Hari Anak Nasional baik oleh institusi pemerintah, pendidikan, dan juga masyarakat umum.
Apa sebenarnya perayaan Hari Anak Nasional (HAN) di Indonesia dan sejarah peringatannya?
Tidak perlu berlama-lama, yuk kita bahas!
Hari Anak Nasional di Indonesia dan Sejarahnya
Hari Anak Nasional adalah perayaan dan pengingat bagi masyarakat mengenai peran dan hak-hak anak di Indonesia.
Hari Anak Nasional (HAN) diperingati setiap tanggal 23 Juli berdasarkan Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 44 Tahun 1984.
Tanggal 23 Juli dipilih sebagai HAN karena disesuaikan dengan momen pengesahan Undang-Undang Nomor 4 Tahun 1979 tentang Kesejahteraan Anak.
Cikal bakal peringatan HAN dimulai dari gagasan Kongres Wanita Indonesia (Kowani).
Kowani mengusulkan adanya Hari Kanak-Kanak Nasional pada sidang tahun 1951 dan berhasil direalisasikan pada tahun 1952.
Tanggal HAN sempat berubah-ubah. Awalnya pada minggu kedua bulan Juli, kemudian menjadi 1-3 Juni, sebelum akhirnya diubah menjadi 23 Juli.
Refleksi Hari Anak Nasional
Hari Anak Nasional adalah momen penting untuk meningkatkan kepedulian kita terhadap pemenuhan hak anak atas kehidupannya.
Hak untuk hidup, tumbuh, berkembang, dan berpartisipasi dalam kehidupan anak harus dipenuhi.
Masih banyak masalah yang dihadapi oleh anak-anak Indonesia sejak dulu hingga kini, mulai dari kekerasan, eksploitasi, kemiskinan, hingga akses pendidikan dan kesehatan.
Hal-hal tersebut penting untuk diperhatikan oleh kita semua karena masa depan dunia ada di genggaman tangan anak-anak.
Manusia yang sudah dewasa kelak akan meninggalkan dunia dan keberlangsungan hidup akan dilanjutkan oleh anak-cucu kita.
Referensi
https://ditpsd.kemdikbud.go.id/artikel/detail/selamat-hari-anak-nasional
https://www.antaranews.com/berita/4985593/sejarah-dan-makna-hari-anak-nasional-indonesia-23-juli-2025
